
Ketua DPRD Lebak (Juwita Wulandari)
Lebak — Ketua DPRD Kabupaten Lebak, Juwita Wulandari, berencana mempertemukan Bupati dan Wakil Bupati Lebak di tengah memanasnya dinamika hubungan keduanya. Langkah ini dinilai penting untuk meredam ketegangan sekaligus mengembalikan fokus kepemimpinan pada kepentingan masyarakat.
Juwita mengingatkan bahwa pasangan kepala daerah, Hasbi Amir, pada awalnya memiliki visi yang sama, yakni membangun daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Namun, dalam perjalanannya, komunikasi di antara keduanya dinilai tidak selalu berjalan selaras.
“Jangan sampai cita-cita tersebut luntur hanya karena komunikasi yang tidak sejalan. Perbedaan pendapat itu wajar, tetapi tidak boleh berkembang menjadi persoalan subjektif,” ujarnya, Selasa (31/3/2026).
Ia menegaskan, perbedaan pandangan dalam menentukan arah pembangunan merupakan hal yang lumrah dalam kepemimpinan. Namun, konflik yang berkepanjangan berpotensi mengganggu kinerja birokrasi, menghambat pelayanan publik, serta memperlambat pembangunan daerah.
“Pemimpin boleh berbeda cara, tetapi tidak boleh sampai menimbulkan konflik yang berdampak luas bagi masyarakat,” tambahnya.
Menurut Juwita, kondisi tersebut harus segera diselesaikan, mengingat masa kepemimpinan yang masih cukup panjang. Ia mengajak kedua pemimpin daerah untuk kembali bersatu, memperbaiki kekurangan, dan melanjutkan program pembangunan yang telah berjalan.
Politisi PDI Perjuangan itu juga menyampaikan optimisme bahwa situasi dapat membaik apabila kedua pihak kembali pada tujuan awal, yakni mewujudkan daerah yang rukun, maju, dan sejahtera.
“Kata ‘rukun’ dalam visi itu harus benar-benar diwujudkan. Dari situlah akan lahir daerah yang unggul, aman, dan terus berkembang,” pungkasnya.
Upaya mempertemukan kedua pemimpin tersebut diharapkan menjadi langkah awal rekonsiliasi demi menjaga stabilitas pemerintahan serta keberlanjutan pembangunan di Kabupaten Lebak. (red)
Komentar
Posting Komentar